Posted by: bogel0708 | September 4, 2008

Beberapa Syair Puisi

HARI2 YANG PENUH CINTA

CINTA dilukai oleh pemahaman atau CINTAmu sendiri…CINTA berdarah dengan bahagia dan nikmat… CINTA terbangun saat senja dengan hati bersayap dan berterima kasih atas hari yang penuh CINTA.

BERIKAN HATIMU

Disaat sinar sendirian, CINTA mampu memainkan musik yang sama…berikan hatimu, tapi jangan untuk disimpan satu sama lain…karena hanya tangan kehidupan yang dapat mengisi hatimu.

RASA RINDU

Rasa lapar yang menghapus rongga kemanisan dan kegetiran hidup…
Rasa dahaga yang memadukan desah-desah kasih dan kebisuan kepuasan akan tetapi rasa rindu tidak akan terhapus oleh kemulian duniawi dan tidak akan terlupakan oleh abad-abad yang melintas.

PERKENANKANLAH AKU

Perkenankanlah aq menyentuhmu….
Perkenankanlah aq mendengarkan suara hatimu…
renggutlah cadar ini yang menutupi

MALAM

Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut, “Laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.”,

Ketika aku sampai di pantai, kabut dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis. Aku melihat ombak yang berdeburan. Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan abadi yang tersembunyi di dalam ombak-ombak itu – kekuatan yang lari bersama angin, mendaki gunung, tersenyum lewat bibir sang mawar dan menyanyi dengan desiran air yang mengalir di parit-parit.

KEHIDUPAN SEBUAH CINTA

MUSIM BUNGA

Marilah, sayang, mari berjalan menjelajahi perbukitan, Salju telah cair dan Kehidupan telah terjaga dari lenanya dan kini mengembara menyusuri pegunungan dan lembah-lembah, mari kita ikut jejak-jejak Musim Bunga, yang melangkaui Ladang-ladang jauh, dan mendaki puncak-puncak perbukitan tuk menadah ilham dari aras ketinggian, di atas hamparan ngarai nan sejuk kehijauan.

Fajar Musim Bunga telah mengeluarkan pakaiannya dari lipatan simpanan, dan menyangkutnya pada pohon pic dan sitrus , dan mereka kelihatan bagai pengantin dalam upacara tradisi Malam Kedre..

Sulur-sulur daun anggur saling berpelukan bagai kekasih Air kali pun lincah berlompatan menari ria, di sela-sela batuan, menyanyikan lagu riang.

Dan bunga-bunga bermekaran dari jantung alam, Laksana buih-buih bersemburan, dari kalbu lautan

Kemarilah, sayang: mari meneguk sisa air mata musim dingin, dari gelas kelopak bunga lili, dan menenangkan jiwa, dengan gerimis nada-nada curahan simfoni burung-burung yang berkicauan dan berkelana riang dalam bayu mengasyikkan

Mari duduk di batu besar itu, tempat bunga violet berteduh dalam persembunyian, dan meniru Kemanisan mereka dalam pertukaran kasih rindu.

BILA CINTA MENDATANGIMU

Bila CINTA mendatangimu, ikutilah dia…
walaupun jalannya sulit dan terjal dan ketika sayapnya mengembang mengundangmu…

Walau pedang yang tersembunyi diantara ujung sayapnya dapat melukaimu dan ketika ia berkata padamu untuk mempercayainya…

Walaupun suaranya berserak dalam mimpimu bagaikan angin utara yang menghembus dikebun.

ON LOVE

Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.

Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang ke arah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:

Apabila cinta menyertaimu, ikutlah ia walaupun jalan-jalannya sukar dan curam apabila ia mengepakkan sayapnya, engkau serahkanlah dirimu kepadanya walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan melukakan kamu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: